Tujuh Fokus Bidang Kerjasama IMT-GT

Pangkalpinang – Sebanyak tujuh fokus bidang kerja sama IMT-GT (Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle). Ketujuh bidang tersebut antara lain, pariwisata, perdagangan dan investasi, pertanian, produk dan jasa, sumber daya manusia, pendidikan dan kebudayaan, serta lingkungan. Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Netty Muharni mengatakan ini adalah pertemuan awal persiapan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan di bahas pada pertemuan tingkat menteri tanggal 29 September 2017 nanti.
Menurut Netty sebelumnya pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Manila tanggal 29 April 2017 lalu sebenarnya para pemimpin ketiga negara sudah mengesahkan Dokumen Jangka Panjang dan Jangka Menengah untuk kerja sama IMT-GT, yaitu Dokumen Jangka Panjang yang disebut Vision 2036 dan Dokumen Jangka Menengah dengan Implementation Blue Print 2017-2021.
“ Pada pertemuan KTT di Manila 29 April 2017 lalu para pemimpin ketiga negara sudah mengesahkan Dokumen Jangka Panjang dan Jangka Menengah untuk kerja sama IMT-GT, yaitu Dokumen Jangka Panjang yang disebut Vision 2036 dan Dokumen Jangka Menengah dengan Implementation Blue Print 2017-2021, “ Ungkap Netty saat National Secretariat Meeting di Hotel Novotel, Bangka Tengah, Selasa (26/9/2017).
Dari kedua dokumen ini, Netty melanjutkan masing-masing bidang yang ada dalam kerjasama ini akan dibuat detail rencana aksi yang akan dilakukan selama tiga hingga lima tahun mendatang. Selain itu, di dalam dokumen perencanaan yang baru juga ada rencana list proyek prioritas infrastruktur dari tiga negara. Jadi menurutnya, masyarakat dapat melihat bagaimana perkembangan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur yang ada di tiga negara ini kedepannya.
Netty menjelaskan pada pertemuan tingkat menteri tiga hari yang akan datang membahas tentang IMT-GT Tourism Strategic Action Plan (framework) yaitu langkah bagaimana IMT GT sebagai satu tujuan destinasi wisata agar bisa diimplementasikan, dan nantinya rencana ini akan disahkan oleh para Menteri ketiga Negara, dan juga proyek University network.
“ Jadi ada 24 Universitas di tiga Negara yang sudah bergabung dan sudah membuat rencana aksi secara detail apa saja yang bisa menjadi peran universitas untuk membantu perkembangan kerjasama yang dinamakan UNINET Strategic Action Plan (UNINET-SAP), “ Lanjut Nya.
Bangka Belitung dalam hal ini menurut Netty selain mempunyai komoditas unggulan, juga memiliki pariwisata yang berpotensi besar untuk membantu meningkatkan kerja sama IMT-GT. Untuk itu Ia berharap Bangka Belitung dapat membuka konektivitas jalur penerbangan langsung dengan Malaysia dan Thailand. Karena menurutnya saat ini jumlah wisatawan yang ada di kedua negara tersebut cukup besar sehingga akan memungkinkan dapat memberikan keuntungan untuk pariwisata di Bangka Belitung.
“ Selain itu, jika dilihat dari potensi yang ada, baik dari pariwisata maupun pertanian, Bangka Belitung dapat melakukan kerjasama di semua bidang terutama pendidikan guna mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, “ Ujar Netty.

Sumber: 
Humas DPMPTSP Prov Babel/Suci Lestari

Arsip Berita

Berita Lainnya

29 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

29 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

28 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

28 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

26 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

20 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

31 Aug 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

Berita Populer

27 Jan 2014 | 5,253 views

18 Dec 2013 | 3,943 views

03 Dec 2013 | 3,178 views