Sektor Perindustrian dan Perdagangan

Kelompok industri kecil menengah yang banyak berkembang adalah kelompok industri pangan. Di seluruh kabupaten/kota, tersebar sebanyak 6.407 unit usaha industri pangan.
Industri kerajinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan agro industri, perikanan, perkebunan dan hasil laut. Industri kerajinan yang diusahakan penduduk adalah kerajinan tangan berupa industri pewter dari timah, gelang/cincin/tongkat daria kar bahar, anyaman kopiah/peci resam dan sebagainya. 
 
Saat ini industri menengah yang telah dikelola seperti industri tepung kaolin, batu granit, pembuatan batu bata yang bahannya berasal dari bahan galian golongan C, juga industri pengolahan karet, kelapa sawit, pengolahan kayu dan pendukung usaha perikanan yaitu pabrik es. Beberapa jenis industri yang sangat cocok untuk dikembangkan antara lain:
 
Peluang Pengembangan Industri
Berbasis Hasil Perkebunan
No. Komoditi Industri yang telah ada Industri Potensial dikembangkan
1. Lada Sortasi Lada - Tepung Lada
- Ekstraksi minyak lada
2. Kelapa Sawit Crude Palm Oil - Minyak Goreng
- Margarine
- Sabun
3. Kelapa   - Minyak kelapa, santan awet, - Sari kelapa, kecap kelapa
- Sabut kelapa pengisi jok kendaraan
- Arang tempurung kelapa
 
Peluang Pengembangan Industri
Berbasis Sumber Daya Perikanan
No. Komoditi Industri yang telah ada Industri Potensial dikembangkan
1. Perikanan Laut

- Industri kecil pangan
  hasil laut
- Pembekuan ikan, udang,
  cumi-cumi (cold storage)
- Pembersihan ikan, udang
  dan cumi-cumi

a) Industri pengolahan hasil perikanan
    - Industri pengalengan ikan
    - Industri cold storage
    - Industri pabrik es kapasitas 100-200   ton/hr

b) Industri galangan kapal kapasitas 10 - 30   GT

c) Industri pembuatan alat tangkap
  (jaring, pancing, lali polyethtline/PE)
 
Peluang Pengembangan Industri
Berbasis Sumber Daya Pertambangan
No. Komoditi Industri yang telah ada Industri Potensial dikembangkan
1. Timah - Industri peleburan bujih timah
  (smelter)
- Industri kerajinan pewter
- Industri pengolahan kemasan kaleng
2. Kaolin - Industri tepung kaolin - Industri keramik
- Industri cat
3. Pasir Kuarsa - Industri pasir kuasa - Industri gelas
 
Kawasan Pengembangan Industri
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
No. Nama Kawasan Industri Dasar Hukum Pembentukan Kawasan Luas Kawasan (Ha) Bidang Kewenangan
1. Kawasan Industri Ketapang Pangkalpinang Perda Kota Pangkalpinang No. 4 Tahun 1998 +/- 440,00 Pemkot Pangkalpinang
2. Kawasan Industri Kec. Muntok Perda Kab. Bangka No. 9 Tahun 2001 +/- 578,74 Pemkab Bangka Barat
3. Kawasan Industri Perikanan Terpadu di Teluk Kelabat Perda Kab. Bangka No. 11 Tahun 2002 +/- 7.500,00 Pemkab Bangka
4. Kawasan Industri Jelitik, Sungailiat Perda Kab. Bangka No. 3 Tahun 2005 +/- 275,00 Pemkab Bangka
5. .Kawasan Industri Suge, Desa Pegantungan, Kec. Badau Perda Kab. Belitung No. 15 Tahun 2001 +/- 500,00 Pemkab Belitung
6. Kawasan Industri Desa Mangkubang dan Sukamandi, Kec. Manggar - +/- 2.500,00 Pemkab Beltim
7. Kawasan Industri Khusus Perkapalan Lipat Kajang, Kec. Manggar - +/- 250,00 Pemkab Beltim
  Total Luas Kawasan +/- 12.043,74  
 
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki beberapa komoditi unggulan yang menjadi andalan dalam sektor perdagangan dengan berbagai negara tujuan, antara lain :
No. Jenis Komoditi Negara Tujuan
1. Timah Singapura, Malaysia, Netherland, Spanyol
2. Lada Uni Eropa, India, Jepang, USA, Singapura
3. CPO Malaysia
4. Perikanan Jepang, Singapura
5. Bahan Galian Gol. C (Kaolin) Jepang, Taiwan, Thailand
 
Pembangkit listrik yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
PLN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015 mengelola kapasitas pembangkit listrik yang tersambung sebesar 558.562.699 KVA dengan daya terpasang sebanyak 265.369 KW. Jumlah pembangkit listrik yang ada adalah sebanyak 88 unit.  Pada tahun 2015 , jumlah pelanggan listrik adalah 342.916 pelanggan. Pengadaan listrik oleh PLN di perdesaan terbanyak ada di Kabupaten Bangka yaitu 70 desa dengan 76.381 rumah tangga yang dilayani. 
Daya tersambung pada konsumen terbesar ada pada rumah tangga, yaitu sebesar 368.245 kVA (65,93 persen). daya tersambung untuk usaha dan industri adalah 107.357 atau 19,22 persen dari kapasitas tersambung di PLN. 
 
Neraca Perdagangan 
Neraca perdagangan yang meliputi kegiatan ekspor dan impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2015 terjadi surplus sebesar 1,141 juta dolar. Nilai ekspor pada tahun 2015 mencapai 1,191 juta dollar AS, sedangkan nilai impor mencapai 49,89 juta dollar AS pada tahun 2015.
 
Ekspor
Pengiriman komoditas ekspor Kepulauan Bangka Belitung dilakukan melalui pelabuhan laut. Produk ekspor untuk wilayah pulau Bangka dieskpor melalui pelabuhan laut Muntok, Belinyu, Pangkalbalam, dan Lubuk Besar. Sementara itu, untuk wilayah pulau Belitung diekspor melalui pelabuhan laut Tanjungpandan, Lubuk Besar dan HAS. Hanandjoeddin. 
Nilai ekspor Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2015 adalah sebesar 1.191 juta dollar AS, dengan berat bersih 360.096 ton. Dilihat dari masing-masing pelabuhan, nilai ekspor pada tahun 2015 adalah :
a. Muntok : 306 juta dollar AS
b. Belinyu : 1,4 juta dollar AS
c. Pangkalbalam : 730 juta dollar AS
d. Tanjungpandan : 289 juta dollar AS
e. Lubuk Besar : 24 ribu dollar AS
f. HAS. Hanandjoeddin : 82 ribu dollar AS
 
Impor
Pada tahun 2015 nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebesar 49,89 juta dollar AS, dengan berat bersih 81.680,5 ton. Nilai impor menurut pelabuhan bongkar muat  barang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama tahun 2015 adalah :
a. Pangkalbalam : 11,59 juta dollar AS
b. Belinyu : 31,72 juta dollar AS
c. Tanjungpandan : 5,80 juta dollar AS
d. HAS. Hanandjoeddin : 784 ribu dollar AS
 

(Updated : 21/12/2016 - RH)