Sektor Kelautan dan Perikanan

BAHASA INDONESIA

SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai wilayah maritim dan kepulauan di wilayah Sumatera, memiliki letak geografis 104˚50’ - 109˚30’ dan 00˚50’ -  04˚10’ LS memiliki potensi sumberdaya perikanan tangkap, perikanan budidaya dan pengolahan berlimpah.

Letak geografis yang cukup menguntungkan menjadi keunggulan komparatif dan kompetitif dalam meningkatkan produksi perikanan tangkap, khususnya produk perikanan laut. Sektor ini memiliki peranan yang sangat penting dalam berkontribusi bagi perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Potensi yang besar tampak dari produksi hasil perikanan laut meningkat tajam.

PERIKANAN TANGKAP

Sebagai provinsi kepulauan, Bangka Belitung memiliki potensi besar untuk mengembangkan subsektor perikanan tangkap. Namun, potensinya yang besar belum seutuhnya dimanfaat secara optimal untuk dikembangkan. Apabila mengacu pada hasil tangkapan di beberapa provinsi di Indonesia, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbilang masih cukup rendah. Pasalnya, dengan luas wilayah perairan dan kekayaan sumber daya yang ada, belum seutuhnya dimanfaatkan.

Produksi perikanan tangkap laut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2016 tercatat sebesar 196.704 ton atau naik sebesar 40,87 persen dibanding tahun 2015. Jumlah rumah tangga perikanan tangkap di laut pada tahun 2016 tercatat sekitar 10.884 atau naik sebesar 26,65 persen dibanding dengan tahun sebelumnya. Komoditas utama perikanan tangkap antara lain: Kerapu Macan, Ekor Kuning, Tongkol, Tenggiri, Kakap Putih, Cucut Tikus, Udang Putih, Rajungan, Cumi-cumi, Kerang Darah.

Jumlah Produksi dan Nilai Penangkapan Ikan Menurut Kab/Kota, 2016

Kab/Kota

Produksi (ton)

Nilai Tangkapan (Ribu Rp.)

Bangka

10.575,30

225.469.380

Belitung

67.189,20

875.574.159

Pangkalpinang

2.088,50

61.209.914

Bangka Barat

12.960,10

239.308.723

Bangka Tengah

22.988,10

505.415.259

Bangka Selatan

41.309,60

633.568.570

Belitung Timur

39.593,20

1.913.544.882

Total**

196.704,00

4.454.090.886

**Data Sementara, belum divalidasi nasional

Sumber: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka 2017

 

Sarana Prasarana Perikanan Tangkap (Pangkalan Pendaratan Ikan dan Pelabuhan Perikanan

 di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

  1. Kota Pangkalpinang               : PPI Sungai Batu Rusa
  2. Kab. Bangka                          : Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN Sungailiat)
  3. Kab. Bangka Tengah             : PPI Sungai Selan dan PPI Kurau
  4. Kab. Bangka Barat                : PPI Muntok
  5. Kab. Bangka Selatan             : PPI Sadai
  6. Kab. Belitung                         : Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjung Pandan dan  PPI Selat Nasik
  7. Kab. Belitung Timur                : PPI Gantung dan PPI Manggar

Pengembangan subsektor perikanan tangkap akan memengaruhi kontribusi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dalam kontribusinya terhadap PDRB. Pengembangan subsektor perikanan tangkap akan menjadi tulang punggung bagi daerah dalam meningkatkan PDRB-nya. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung produksi perikanan tangkap baru seperlima dari potensi produksi perikanan tangkap. Kondisi ini menggambarkan bahwa produksi perikanan tangkap memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan.

 Beberapa lokasi (spot) yang dapat dikembangkan untuk sektor perikanan adalah:

  • Di Kabupaten Bangka Barat, sektor perikanan tangkap dapat dikembangkan di Kecamatan Muntok..
  • Di Kabupaten Bangka, terdapat dua titik yang dapat dikembangkan bagi sektor perikanan, yaitu Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Sungailiat.
  • Di Kabupaten Bangka Tengah, potensi perikanan tersentral di Kecamatan Koba dan Sungaiselan.
  • Di Bangka Selatan, tersentral di Kecamatan Lepar Pongok.
  • Di Kabupaten Belitung, produksi perikanan utamanya tersentral di Kecamatan Sijuk dan Kecamatan Selat Nasik
  • Di Kabupaten Belitung Timur, produksi perikanan terletak di Kecamatan Manggar dan Gantung.

Peta Potensi Perikanan Kabupaten/Kota di Provinsi Kep. Bangka Belitung

 

Analisis Biaya Manfaat Subsektor Perikanan Tangkap

Analisis biaya dan manfaat akan mencoba menjelaskan proses produksi perikanan tangkap untuk mendorong dan mengembangkan potensi perikanan tangkap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hasil analisis biaya dan manfaat menunjukkan bahwa investasi untuk kapal besar memiliki tingkat pengembalian yang lebih baik. Dengan biaya investasi yang besar mampu mencapai titik produksi yang lebih optimal. Hal itu tampak dari nilai IRR yang lebih besar untuk kapasitas produksi yang lebih besar. Kondisi ini tertuang dari beberapa analisis sebagai berikut.

a. Analisis Investasi

Investasi untuk pembelian kapal, mesin dan alat tangkap untuk kapal berukuran 30 GT sebesar Rp. 2 milyar. Modal investasi kapal dan peralatannya ini berasal dari modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan. Pengembalian pinjaman ini akan kembali dalam waktu 5 tahun.

b.  Analisis Pendapatan

Pendapatan dari perikanan tangkap diterima dari penjualan  hasil tangkapan ikan. Nilai penjualan ikan pun dipengaruhi oleh harga komoditas ikan hasil tangkapan dan jenisnya. Asumsi penerimaan dari penjualan ikan diperkirakan mengalami penambahan nilai sebesar 8 persen, hal ini seiring dengan besarnya potensi terhadap produksi yang memiliki selisih yang cukup besar.

c. Analisa Pengeluaran

Pengeluaran dari kegiatan perikanan tangkap berasal dari pengeluaran tetap, pengeluaran variabel, dan biaya upah tenaga kerja. Pengeluaran tetap meliputi biaya perawatan kapal, perawatan mesin, dan perbaikan alat tangkap. Pengeluaran variabel mencakup perbekalan melaut dan biaya bahan bakar.

d. Analisis Kelayakan Finansial

Penilaian investasi diketahui dengan menghitung aliran kas masuk dan aliran kas keluar. Biaya investasi kapal yang mencapai Rp.1,3 Milyar dan Rp.2 Milyar untuk masing-masing kapal dengan ukuran 10-15 GT dan 30 GT. Berdasarkan hasil tersebut bahwa investasi tersebut menghasilkan IRR 39,14 persen kapal 10-15 GT dan IRR 46,72 persen dengan kapal 30 GT. Mengacu pada periode investasi 10 tahun menyebabkan maka investasi kapal pada perikanan tangkap layak dari analisa finansial.

 

PERIKANAN BUDIDAYA

            Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk perikanan budidaya yaitu sejumlah 104,863 Ha untuk budidaya laut, 64,050 ha untuk budidaya air payau dan 1,602 Ha untuk buddidaya air tawar. Namun hingga saat ini pemanfaatan lahan budidaya belum optimal. Hal ini dikarenakan kegiatan budidaya belum menjadi sumber penghasilan utama bagi para pembudidaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Potensi Usaha Perikanan Budidaya Prov. Kep. Bangka Belitung

  •  

Luas Area (Ha)

Potensi Produksi (ton/tahun)

Air Laut

  1.  
  1.  

Air Payau

  1.  
  1.  

Air Tawar

  1.  
  1.  

Jumlah

  1.  
  1.  

                 Sumber: Kelautan dan Perikanan dalam Angka Tahun 2016

Jumlah Produksi dan Nilai Budidaya Ikan Menurut Kab/Kota, 2016

Kab/Kota

Produksi (ton)

Nilai Tangkapan (Ribu Rp.)

Bangka

472,77

18.805.600

Belitung

154,89

10.904.250

Pangkalpinang

1.468,83

127.271.890

Bangka Barat

883,31

7.142.900

Bangka Tengah

1.428,00

29.096.880

Bangka Selatan

116,11

5.019.340

Belitung Timur

98,96

3.367.260

Total

4.618,87

127.271.890

Sumber: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka 2017

Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya (Balai Benih Ikan di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)

  1. Kota Pangkalpinang  : Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Air Mawar – komoditas yang diproduksi adalah benih Nila, Mas, Gurame, Patin, Tawes, Betutu dan Lele.
  2. Kab. Bangka              : BBIL Sungailiat – komoditas yang diproduksi benih Nila, Lele, Ikan Mas, Baung dan Gurame
  3. Kab. Bangka Tengah : BBIL Koba – komoditas yang diproduksi benih Lele, Nila, Mas, Gurame, Patin dan Baung
  4. Kab. Bangka Barat    : BBIL Kelapa – komoditas yang diproduksi adalah Nila dan Lele
  5. Kab. Bangka Selatan : BBIL Toboali – komoditas yang diproduksi adalah Nila, Patin, Lele Dumbo, Gurame, Lobster Air Tawar dan Baung dan BBU ( Balai Benih                                                 Udang) Tanjung Krasak – Komoditas yang produksi adalah benih Udang
  6. Kab. Belitung              : BBIL Membalong – komoditas yang diproduksi: Nila gift, Lele dan percobaan pembenihan ikan Patin dan Gurame, BBIP Tanjung Binga –                                                 komoditas yang diproduksi yaitu benih Kerapu, BBIP Tanjung Rusa – komoditas yang diproduksi komoditas yang diproduksi yaitu benih Kerapu
  7. Kab. Belitung Timur    : BBIL Mempayak – komoditas yang diproduksi yaitu Lele dan Nila

Komoditi Perikanan Budidaya dan Sentral Produksinya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

  1. Udang Vaname      : Kota Pangkalpinang, Kab. Bangka Selatan dan Kab. Bangka Selatan
  2. Kerapu                   : Kab. Bangka Selatan, Kab. Belitung, Kab. Belitung Timur
  3. Lele                        : Kota Pangkalpinang, Kab. Bangka, Kab. Bangka Tengah, Kab. Bangka Tengah, Kab. Bangka Selatan, Kab. Bangka Barat, Kab. Belitung                                                 Kab. Belitung Timur
  4. Bandeng                : Kab. Bangka Selatan
  5. Ikan Hias                : Kota Pangkalpinang, Kab. Bangka, Kab. Belitung Timur
  6. Rumput Laut          : Kab. Belitung, Kab. Belitung Timur, Kab. Bangka Selatan       

Updated 15/11/2017/YHS

===========================================================================

ENGLISH

MARINE AND FISHERY SECTOR

Bangka Belitung Province is known as the maritime and island region of Sumatra Island, located at 104 ˚ 50 '- 109 ˚ 30' and 00 ˚50 '- 04 ˚ 10' south latitude and also potential for capture and aquaculture fishery resources, and processing industry.

Its strategic location is a comparative and competitive point in increasing the production of capture fisheries, especially marine fishery products. This sector has big contribution for Bangka Belitung economy. The great potential of marine fishery production is increasing significant.

CAPTURE FISHERY

As an archipelagic province, Bangka Belitung has great potential to develop capture fisheries sub-sector. However, its great potential has not been fully utilized optimally to be developed. When referring to the catch in some provinces in Indonesia, the province of Bangka Belitung Islands is still fairly low. Because of the vast area of water and abundant resources, it has not been fully utilized.

Marine fisheries production in Bangka Belitung Province in 2016 recorded at 196,704 tons or increasing 40.87 percent compared to 2015. The number of marine capture fisheries in 2016 recorded at 10,884 or increased by 26.65 percent compared with the previous year. The main commodities of capture fisheries are tiger grouper, yellow tail, swordfish, mackerel, snapper white, white shrimp, crab, squid, clams.

The Number of Production and Value of Fishery Capture in Regency or Municipality in 2016

Regency or Municipality

Production (ton)

Value (million Rp.)

Bangka

10.575,30

225.469.380

Belitung

67.189,20

875.574.159

Pangkalpinang

2.088,50

61.209.914

West Bangka

12.960,10

239.308.723

Central Bangka

22.988,10

505.415.259

South Bangka

41.309,60

633.568.570

East Belitung

39.593,20

1.913.544.882

Total**

196.704,00

4.454.090.886

**Temporary data, not validated nationally yet

Source : Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka 2017

 

Fishing Infrastructure Facility (Fish Landing Base (PPI) and Fishery Port (PPN)

In Bangka Belitung Province)

  1. Pangkalpinang Municipality               :  PPI Sungai Batu Rusa
  2. Bangka Regency                                 :  PPN Sungailiat
  3. Central Bangka Regency                    :  PPI Sungai Selan dan PPI Kurau
  4. West Bangka Regency                        :  PPI Muntok
  5. South Bangka Regency                      :  PPI Sadai
  6. Belitung Regency                               :  PPN Tanjungpandan and PPI Selat Nasik
  7. East Belitung Regency                       :  PPI Gantung and PPI Manggar                  

The development of the capture fishery sub-sector will affect the contribution of agriculture, forestry, and fishery sector to GRDP. The development of capture fishery sub-sector will be the backbone for the region in increasing its GRDP. In Bangka Belitung Province, capture fisheries production is still one-fifth from the total potential of capture fisheries production. This condition illustrates that the production of capture fisheries has a considerable opportunity to develop. 

Some locations (spots) that can be developed for the fisheries sector are:

  • West Bangka Regency            :  Muntok District
  • Bangka Regency                     :  Belinyu and Sungailiat District
  • Central Bangka Regency        :  Koba and Sungaiselan District
  • South Bangka Regency          :  Lepar Pongok District
  • Belitung Regency                   :  Sijuk and Selat Nasik District
  • East Belitung Regency           :  Manggar and Gantung District

 

Map of Regency / Municipality Fishery Potency in Province of Kep. Bangka Belitung

http://bpptpm.babelprov.go.id/sites/default/files/styles/full-node/public/images/konten/kelautan3.jpg?itok=PqFhc78E

 

Cost-Benefit Analysisi of Capture Fishery Sub-Sector

Cost and benefit analysis will explain capture fishery production to encourage and develop the potential capture fishery in Bangka Belitung Province.

The results of cost and benefit analysis show that investment for large vessels has a better rate of return. High investment cost is able to reach production point optimally. It can be seen from the higher IRR value for higher production capacity. This condition is described in some analysis as follows:

a. Investment Analysis

Investment for the purchase of ships, engines and fishing gear for 30 GT ships of Rp. 2 billion. The vessel's investment capital and equipment comes from loan capital from a bank or financial institution. The payment will be done within 5 years.

b.  Income Analysis

Income of capture fishery is obtained from the sale of fish catch. The results of fish sales are also influenced by the price and types of fish. The revenue from the sale of fish thought to have increased value of 8 percent , it is in line with the big potential of production that has a significant difference.

c. Expenditure Analysis

Expenditures from fishing activities come from fixed expenditures, variable expenditures, and labor costs. Fixed expenditure includes the cost of ship maintenance, machine maintenance, and repair of fishing gear. Variable expenditures include fishing supplies and fuel costs.

d. Financial Feasibility Analysis

Investment estimation is known by calculating cash inflows and outflow. Investment cost of ship reaching Rp.1.3 Billion and Rp.2 Billion for each ship with size 10 to 15 GT and 30 GT. Based on these results, the investment can generate IRR 39.14 percent 10 to 15 GT ship and IRR 46.72 percent with 30 GT ship. Referring to the 10 year investment period, the ship investment in capture fishery is FEASIBLE from financial analysis.

AQUACULTURE FISHERY

           Bangka Belitung Province considers potential area for aquaculture of 104.863 Ha for saltwater, 64.050 ha for brackish water and 1.602 Ha for freshwater. But until now the exploitation of aquaculture has not been optimized yet. This is because the aquaculture has not become the main source of income for the cultivators in this province.

The Potential of Aquaculture in Bangka Belitung Province

  •  

Total Area (Ha)

Potential Production (ton/year)

Saltwater

  1.  
  1.  

Brackishwater

  1.  
  1.  

Freshwater

  1.  
  1.  

Total

  1.  
  1.  

                 Source: Kelautan dan Perikanan dalam Angka Tahun 2016

Total Production and Value of Aquaculture Based on Regency or Municipality in 2016

Regency or Municipality

Production (ton)

Catch Calue (Thousand Rp.)

Bangka

472,77

18.805.600

Belitung

154,89

10.904.250

Pangkalpinang

1.468,83

127.271.890

West Bangka

883,31

7.142.900

Central Bangka

1.428,00

29.096.880

South Bangka

116,11

5.019.340

East Belitung

98,96

3.367.260

Total

4.618,87

127.271.890

Source: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka 2017

Facilities and Infrastructure of Aquaculture (Fish Breeding Center in Bangka Belitung Province)

  1. Pangkalpinang Municipality   :  Local Fish Breeding Center (BBIL) Air Mawar with commodities fish seed of of Tilapia, Goldfish, Gourami, Basa, Tawes, Betutu and Catfish.
  2. Bangka Regency                     :  BBIL Sungailiat with commodities fish seed Tilapia, Catfish, Goldfish, Baong, Gourami
  3. Central Bangka Regency         :  BBIL Koba with commodities fish seed Catfish, Tilapia, Goldfish, Gourami, Basa dan Baong
  4. West Bangka Regency             : BBIL Kelapa with commodities fish seeds Tilapia and catfish
  5. South Bangka Regency          :  BBIL Toboali with commodoties Tilapia, Basa, Catfish, Gourami, Lobster and Baong and Shrimp Breeding Center Tanjung Krasak with commodity shrimp seed
  6. Belitung Regency                     : BBIL Membalong with commodities fish seed Tilapia, Catfish and Training Fish Breeding Center (BBIP) of Tanjung Binga with commodity Grouper, BBIP Tanjung Rusa with commodity Grouper.
  7. East Belitung Regency               : BBIL Mempayak with commodities Catfish and Tilapia

The Commodities of Aquaculture and Central Production in Bangka Belitung Province

  1. Vaname Shrimp          : Pangkalpinang Municipality and South Bangka Regency
  2. Grouper                      : South Bangka Regency, Belitung Regency and East Belitung Regency
  3. Catfish                        : Pangkalpinang Municipality, Bangka regency, Central Bangka Regency, South Bangka Regency, West Bangka Regency, Belitung Regency and East Belitung Regency
  4. Milkfish                       : South Bangka Regency
  5. Ornamental fish          :  Pangkalpinang Municipality, Bangka Regency and Belitung Regency
  6. Seaweed                      :  Belitung Regency, East Belitung Regency and South Bangka Regency

Translated By : Dewi RR