Informasi Layanan Publik

Izin Usaha Tally Mandiri

Keterangan Umum: 
  1. Tally Mandiri adalah kegiatan usaha menghitung, mengukur, menimbang dan membuat catatan mengenai muatan untuk kepentingan pemilik muatan dan/atau pengangkut.
  2. Pemohon adalah Perusahaan yang Berbadan Hukum Indonesia (BHI) yang khusus didirikan untuk usaha itu.
  3. Izin Usaha Tally Mandiri diberikan oleh Gubernur pada tempat perusahaan berdomisili (diatur Pasal 130 ayat (1) PP 20 Tahun 2010)

DASAR HUKUM

  1. Undang-Undang No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
  2. PP No 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan
  3. PP No 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan
  4. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.14 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke kapal
  5. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.15 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Tally di Pelabuhan.
  6. Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 5 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Perhubungan

PERSYARATAN ADMINISTRASI

  1. Surat permohonan beserta berkas lampirannya dalam rangkap 2 (dua) bermeterai cukup dari Pimpinan Perusahaan yang ditujukan kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung u.p. Kepala BKPMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Format Terlampir).
  2. Fotokopi Akta Pendirian/Perubahan perusahaan.
  3. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Memiliki modal usaha sesuai ketentuan KM.15 Tahun 2007
  • bagi perusahaan tally yang akan melakukan kegiatan di pelabuhan utama, wajib memiliki modal dasar sekurang‐kurangnya Rp.500 juta dan modal disetor sekurang-kurangnyaRp.100 juta;
  • bagi perusahaan tally yang akan melakukan kegiatan di pelabuhan regional, wajib memilikimodal dasar sekurang‐kurangnya Rp.250 juta dan modal disetor sekurang‐kurangnya Rp.50 juta
  • bagi perusahaan tally yang akan melakuan kegiatan di pelabuhan lokal,penetapan modal dasar dan dengan kondisi pelabuhan setempat yang ditetapkan oleh Gubenur Propinsi setempat atas saran dan pertimbangan Administrator Pelabuhan/Kepala Kantor Pelabuhan setempa
  1. Memiliki Penanggung Jawab dibuktikan dengan Fotokopi KTP Direktur Perusahaan.
  2. Memiliki peralatan sekurang-kurangnya electronics checker dan timbangan yang sesuai dengan perkembangan teknologi, 
  3. Memiliki tenaga ahli yang sesuai yang dibuktikan dengan sertifikat/ijazah tenaga ahli tersebut sesuai ketentuan KM.15 Tahun 2007
  4. bagi perusahaan tally yang akan melakukan kegiatan di pelabuhan utama , wajib memiliki tenaga ahli sekurang‐kurangnya 1 (satu) orang dengan kualifikasi ahli nautika Tk. II atau ahli Kepelabuhandan Pelayaran berijazah D IV,atau Strata I Transportasi Laut atau yang sederajat.
  5. bagi perusahaan tally yang akan melakukan kegiatan di pelabuhan regional, wajib memilkitenaga ahli sekurang‐kurangnya 1 (satu) orang dengan kualifikasi ahli Nautika Tk.III, atau ahlikepelabuhan dan pelayaran berijazah D III atau yang sederajat
  6. bagi perusahaan tally yang akan melakukan kegiatan di pelabuhan lokal , tenaga ahli disesuaikan dengan kondisi pelabuhan setempat yang ditetapakan oleh Gubernur Propinsi setempat atas saran dan pertimbangan Administrator Pelabuhan /Kepala Kantor Pelabuhan setempat
  1. Memiliki Surat Keterangan Domisili Perusahaan dari instansi yang berwenang (kepala desa/kelurahan).
  2. Rekomendasi/pendapat tertulis dari Otoritas Pelabuhan/Unit Penyelenggara Pelabuhan/ Adpel/ Kakanpel setempat.

PERSYARATAN TEKNIS (DILAKUKAN SURVEI OLEH SKPD TEKNIS MELALUI TIM TEKNIS PTSP)

Memiliki sarana penunjang/ peralatan yang memadai.

MASA BERLAKU IZIN

Izin berlaku selama perusahaan masih menjalankan kegiatan usahanya

 

STANDAR BIAYA / RETRIBUSI

Nihil (Rp. 0,-) / Tidak dikenakan biaya /retribusi

 

WAKTU PENYELESAIAN

Maksimal 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak berkas dinyatakan LENGKAP