Informasi Layanan Publik

Izin Usaha Perkebunan

Keterangan Umum: 

Izin untuk mengelola usaha perkebunan dengan luas 25 (dua puluh lima) hektar atau lebih yang berada pada lintas kabupaten/Kota

Dasar Hukum: 
  1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan 
  2. Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
  3. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 98 Tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan
  4. Peraturan Gubernur Kep. Bangka Belitung Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung;
Persyaratan: 

Persyaratan Administrasi (diatur Pasal 23 Peraturan Menteri Pertanian Nomor 98 Tahun 2013) :

  1. Profil Perusahaan meliputi Akta Pendirian dan Perubahan terakhir yang telah didaftarkan di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, komposisi kepemilikan saham, susunan pengurus dan bidang usaha perusahaan.
  2. Nomor wajib pajak;
  3. Surat Izin Tempat Usaha
  4. Rekomendasi kesesuaian dengan perencanaan pembangunan perkebunan kabupaten/kota dari bupati/walikota

Persyaratan Teknis : (dilakukan survey oleh SKPD teknis melalui tim teknis PTSP) :

  1. Izin lokasi dari bupati/walikota yang dilengkapi dengan peta digital calon lokasi dengan skala 1:100.000 atau 1:50.000 (cetak peta dan file elektronik) sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan tidak terdapat izin yang diberikan pada pihak lain;
  2. Pertimbangan teknis ketersedian lahan dari dinas yang membidangi kehutanan, apabila areal yang diminta berasal dari kawasan hutan;
  3. Jaminan pasokan bahan baku dengan menggunakan format seperti tercantum dalam lampiran IV dan lampiran XII yang merupakan bagian tidak terpisah dari peraturan ini;
  4. Rencana kerja pembangunan kebun dan unit penglolahan hasil perkebunan termasuk rencana fasilitasi pembangunan kebun untuk masyarakat sekitar;
  5. Izin lingkungan dari Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai kewenangan;
  6. Pernyataan kesanggupan :
    1. memiliki sumber daya manusia, sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)
    2. memiliki sumber daya manusia, sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pembukaan lahan tanpa bakar serta pengendalian kebakaran
    3. memfasilitasi pembangunan kebun untuk masyarakat sekitar sesuai Pasal 15 yang dilengkapi dengan rencana kerja dan rencana pembiayaan
    4. melaksanakan kemitraan dengan pekebun, karyawan dan masyarakat sekitar perkebunan dengan menggunakan format pernyataan seperti tercantum dalam lampiran X yang merupakan bagian tidak terpisah dari peraturan ini;
    5. surat pernyataan dari pemohon bahwa status perusahaan perkebunan sesuai usaha mandiri atau bagian dari kelompok (group) perusahaan perkebunan belum menguasai lahan melebihi batas paling luas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, dengan menggunakan format pernyataan seperti tercantum dalam lampiran XI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan ini.
Biaya: 
Rp.0,- (nol rupiah)
Waktu Penyelesaian: 

Maksimal 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak berkas dinyatakan LENGKAP

Berlaku selama perusahaan masih aktif melakasanakan kegiatan usahanya