Informasi Layanan Publik

Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik

Keterangan Umum: 

Pemohon adalah setiap orang yang melakukan penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dan bersifat komersil (diatur Pasal 10 ayat  (1) Perda Nomor 2 tahun 2013)

Dasar Hukum: 
  1. Undang-Undang No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan;
  2. Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);
  3. Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik;
  4. Permen ESDM No. 35 Tahun 2013 tentang Tata Cara Perizinan Usaha Ketenagalistrikan;
  5. Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung No. 2 Tahun 2013 tentang Ketenagalistrikan Daerah;
  6. Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 44 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsulauan Bi Kepangka Belitung (Berita Daerah 
Persyaratan: 

1. PERSYARATAN ADMINISTRASI : (diatur Pasal 10 ayat (3) Perda Nomor 2 Tahun 2013)

  1. identitas pemohon;   
  2. akta pendirian perusahaan; 
  3. profil perusahaan;
  4. nomor pokok wajib pajak (NPWP); dan
  5. kemampuan pendanaan.

2. PERSYARATAN TEKNIS :(diatur Pasal 10 ayat (4) Perda Nomor 2 Tahun 2013)

  1. studi kelayakan;
  2. lokasi instalasi termasuk tata letak (gambar situasi);
  3. diagram satu garis (single line diagram);
  4. jenis dan kapasitas usaha;
  5. keterangan/gambar daerah usaha dan rencana usaha penyediaan tenaga listrik;
  6. jadwal pembangunan;
  7. jadwal pengoperasian; dan 
  8. sertifikat laik operasi.

3. PERSYARATAN LINGKUNGAN :

(diatur Pasal 10 ayat (5) Perda Nomor 2 Tahun 2013) berlaku ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Biaya: 
Rp.0,- (nol rupiah)
Waktu Penyelesaian: 

Maksimal 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak diterimanya surat permohonan izin secara lengkap

Izin berlaku paling lama 30 (tiga puluh) tahun dan dapat diperpanjang (diatur Pasal 10 ayat (7) Perda Nomor 2 Tahun 2013)