Informasi Layanan Publik

Izin Usaha Industri (IUI)

Keterangan Umum: 

Kewenangan Pemerintah Provinsi : Izin Usaha Industri (IUI) dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) meliputi :

  1. IUI untuk skala investasi di atas 10 Milyar tidak termasuk tanah dan bangunan; dan/atau
  2. IUI untuk investasi skala Investasi antara 201 juta s.d. 10 Milyar yang lokasi usahanya berada pada lintas kabupaten/kota (lintas 2 kab/kota atau lebih) dalam wilayah Provinsi Kep. Bangka Belitung
Dasar Hukum: 
  1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal
  2. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
  3. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian;
  4. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan;
  5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
  6. PP Nomor 13 Tahun 1995 tentang Izin Usaha Industri;
  7. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/M.IND/PER/6/2008 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Iizin Usaha Industri, Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri;
Persyaratan: 

1.Surat permohonan bermeterai cukup menggunakan formulir khusus IUI atau IUI Penanaman Modal dalam rangkap 2 (dua) dari Pimpinan Perusahaan yang ditujukan kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung u.p. Kepala BP2TPM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung;

2.Fotokopi perizinan yang telah dimiliki, berupa Pendaftaran / Izin Prinsip Penanaman Modal / Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal / Surat Persetujuan Penanaman Modal / Izin Usaha atau Izin Kementerian / Lembaga / Dinas Teknis terkait (bila ada);

3.Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan dan Perubahannya;

4.Fotokopi pengesahan Anggaran Dasar Perusahaan dari Menteri Hukum dan HAM untuk pemohon (khusus bagi badan hukum Indonesia berbentuk Perseroan Terbatas (PT);

5.Memiliki Penanggung Jawab dibuktikan dengan Fotokopi KTP Direktur Perusahaan;

6.Fotokopi NPWP;

7.Bukti Penguasaan/ penggunaan tanah atas nama perusahaan

  • a.fotokopi Sertifikat Hak Atas Tanah atau akta jual beli tanah oleh PPAT; atau
  • b.fotokopi Perjanjian sewa-menyewa tanah.

8.Bukti penguasaan/ penggunaan gedung/ bangunan

  • a.Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
  • b.Fotokopi akta jual beli/ perjanjian sewa menyewa gedung/ bangunan

9.Fotokopi izin gangguan (UUG/ HO) atau fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU); (syarat ini dikecualikan bagi perusahaan yang berada dalam kawasan industri)

10.Fotokopi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode terakhir atau Tanda Terima penyampaian LKPM dari Instansi Penanaman Modal; (syarat ini hanya jika telah memperoleh Persetujuan Penanaman Modal / Izin Prinsip)

11.Fotokopi Persetujuan/ pengesahan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau fotokopi persetujuan/ pengesahan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL);

12.Fotokopi Izin Lingkungan, bagi perusahaan yang telah memiliki AMDAL dan UKL-UPL.

13.Rekomendasi dari Kementerian/ Lembaga / Dinas Teknis terkait (bila dipersyaratkan sesuai ketentuan teknis)

Biaya: 
Rp.0,- (nol rupiah)
Waktu Penyelesaian: 

Maksimal 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak diterimanya surat permohonan izin secara lengkap

Izin berlaku selama perusahaan masih menjalankan kegiatan usahanya, dan tidak mengalami perubahan spesifikasi teknis.