Informasi Layanan Publik

Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal

Keterangan Umum: 

Penggabungan perusahaan dapat dilakukan oleh 2 (dua) atau lebih perusahaan dan untuk melaksanakannya wajib memiliki Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan

Dasar Hukum: 
  1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal;
  2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
  3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/ atau di Daerah-Daerah Tertentu;
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pedoman Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal di Daerah;
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan;
  8. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal;
  9. Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal;
  10. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 14 Tahun 2009 tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik; dan
  11. Peraturan Kepala Badang Koordinasi Penanaman Modal Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Nonperizinan Penanaman Modal.
Persyaratan: 

A. PERSYARATAN ADMINISTRASI :

A1. PERMOHONAN IZIN PRINSIP PENGGABUNGAN PERUSAHAAN PENANAMAN MODAL:

  1. Kelengkapan data pemohon
  1. Rekaman izin prinsip dan Izin Usaha dan/atau perubahannya;
  2. Rekaman Akta Pendirian Perusahaan dan perubahannya dilengkapi dengan pengesahan Anggran Dasar Perusahaan dan Persetujuan/ pemberitahuan perubahan, apabila ada, dari Menteri hukum dan HAM serta NPWP perusahaan;
  3. Kesepakatan penggabungan perusahaan yang dituangkan dalam bentuk kesepakatan perubahan kepemilikan saham dalam perseroan yang dituagkan dalam bentuk Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)/ Keputusan sirkular Seluruh Pemegang Saham atau Akta Perubahan dalam bentuk Pernyataan Keputusan Rapat/Berita Acara RUPS;
  4. Tanda terima penyampaian LKPM dari BKPM, PDPPM, atau PDKPM dan LKPM periode terakhir;
  1. Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan, diterbitkan terpisah untuk sektor industri dan selain sektor industri;
  2. Rekapitulasi data proyek sebelum  dan sesudah penggabungan perusahaan sesuai dengan lampiran formulir permohonan Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan;
  3. Permohonan ditandatangani di atas materai cukup oleh direksi/pimpinan perusahaan yang meneruskan kegiatan dan stempel perusahaan, sebagai pemohon;
  4. Permohonan yang tidak disampaikan secara langsung oleh pemohon harus dilampiri surat Kuasa Asli bermaterai cukup.

B. PERSYARATAN TEKNIS (isi jika ada) :

          Rekomendasi dari Kementerian teknis/ Lembaga pembina apabila dipersyaratkan sesuai ketentuan bidang usaha

Biaya: 
Tidak dikenakan biaya/ gratis
Waktu Penyelesaian: 

10 (sepuluh) hari kerja, sejak diberkas dinyatakan lengkap.

Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan harus ditindaklanjuti dengan pembuatan Akta Penggabungan Perusahaan beserta persetujuannya dari Kementerian Hukum dan HAM dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan.