INVESTASI SEKTOR KEHUTANAN

Sektor kehutanan adalah salah satu peluang investasi yang ditawarkan pengelolaan dan pemanfaatannya kepada para investor. Untuk melindungi hutan di Bangka Belitung dicanangkan gerakan “Green Babel” yang menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kondisi Eksisting

Luas Kawasan Hutan di Pulau Bangka tercatat 472.790,25 hektar yang terdiri dari 334.868,54 hektar hutan produksi, 104.785,01 hektar hutan lindung, 32.914,51 hektar hutan konversi dan 222,19 hektar hutan produksi konversi.

Sementara itu, areal hutan di Pulau Belitung tercatat 186.229,60 hektar, terdiri dari 98.014,28 hektar hutan produksi, 85.187,24 hektar hutan lindung, 2.557,68 hektar hutan konversi dan 470,40 hektar hutan produksi konversi.

Jenis kayu yang dihasilkan oleh hutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, antara lain

Meranti, Nyato, Manggeris, Mandaru.

 

 

Peluang Investasi Sektor Kehutanan

  1. Madu

Madu dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki ciri khas rasa yang cenderung pahit karena mengandung alkaloid yang berasal dari lebah liar jenis Apis Dorsata yang menghisap sari bunga pohon Pelawan yang banyak ditemukan di Bangka Belitung. Alkaloid merupakan bahan obat yang berfungsi sebagai anti infeksi.Lebah madu di Bangka saat ini masih di ambil dari hutan-hutan yang ada di sekitar pemukiman penduduk. Karena mengambil makanan dari sumber yang masih alami, maka kualitas madu dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat baik dan menjadi produk unggulan yang diminati.

Lokasi potensial : Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah

  1. Gaharu

Gaharu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah ditetapkan sebagai Klaster Nasional Pengembangan Gaharu. Pemerintah mendukungnya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 111 Tahun 2007 Tentang Daftar Usaha Tertutup dan Terbuka Bidang Penanaman Modal, diantaranya 11 komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang terdiri dari persuteraan alam, perlebahan, rotan, bamboo, gaharu, seedlak, sagu, getah pinus, damar, getah-getahan, minyak atsiri serta keputusan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor : 188.44/37/Dishut/2009 Tentang Penetapan Jenis Tanaman Unggulan Lokal (TUL), menetapkan gaharu (Aquilaria Malaccensis) sebagai Tanaman Unggulan Lokal.

Jumlah tanaman Gaharu di Kabupaten Bangka tengah 380.871 pohon, merupakan jenis gaharu budidaya yang tersebar di enam kecamatan dengan rincian kecamatan Sungaiselan sebanyak 19.189 pohon, Simpang Katis 20.314 pohon, Lubuk Besar 79.520 pohon, Namang 23.666 pohon, Pangkalan Baru 3.239 pohon, Koba 9.243 pohon. Sedangkan gaharu alam sebanyak 2.473 pohon dengan rincian berada di Kecamatan Sungaiselan 394 pohon, Simapang Katis 131 pohon, Lubuk Besar 968 pohon, naming 702 pohon, Pangkalan Baru 260 pohon dan Koba 18 pohon.

Lokasi Potensial : Sungaiselan, Simpangkatis, Lubuk Besar, Desa Namang (Kabupaten Bangka Tengah).

  1. Industri Minyat Atsiri

Minyat Atsiri merupakan kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok untuk pengobatan alami. Hasil sulingan (destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.

Lokasi potensial : Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

  1. Hutan Wisata

Pemanfaatan kawasan hutan sebagai lokasi wisata dilakukan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lokasi potensial : Hutan Wisata Tuatunu, Kota Pangkalpinang.

  1. Moulding

Moulding telah menjadi salah satu produk ekspor dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berpotensi dikembangkan dengan pengelolaan kawasan hutan yang baik.

Lokasi usaha : Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang

 

(Updated : 17/11/2015 oleh Yayuk Hapsari)

/R

Arsip Berita

Berita Lainnya

29 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

29 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

28 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

28 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

26 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

20 Sep 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

31 Aug 2017 | Humas DPMPTSP Prov...

Berita Populer

27 Jan 2014 | 5,200 views

18 Dec 2013 | 3,874 views

03 Dec 2013 | 3,133 views