Berinvestasi di Bangka Selatan : Sumber Daya Perairan

Berinvestasi di Bangka Selatan : Sumber Daya Perairan

POTENSI SUMBERDAYA PERAIRAN

Sebagian besar wilayah Kabupaten Bangka berbatasan dengan laut. Laut yang membatasi wilayah Kabupaten Bangka Selatan adalah Laut Jawa dan Laut Cina selatan. Dinas Kelautan menyebutkan bahwa WPP Laut Jawa memiliki potensi perikanan sebesar 796.64 x 10 3 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan telah melebihi kapasitas perairan (1094.38 x 10 3 ton/tahun), sedangkan laut Cina Selatan memiliki potensi sumberdaya 1057.05 x 10 3 ton/tahun dengan tingkat pemanfaata baru mencapai 39.05% dari potensi yang ada. Bila memperhatikan kondisi tersebut maka perairan di sekitar Bangka merupakan daerah kaya khususnya perairan Laut Cina Selatan.  Potensi perikanan dua perairan tersebut berasal dari beberapa kelompok ikan maupun non ikan, yaitu : ikan pelagis besar, ikan pelagis kecil, ikan dimersal besar, ikan dimersal kecil, ikan karang, udang peneid, lobster, dan cumi-cumi. Data jenis ikan di perairan Laut Cina Selatan disajikan pada Tabel 1. sedangkan potensi jenis ikan di Laut Jawa disajikan pada Tabel 2.

BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Keramba jaring apung (KJA) untuk ikan dasar seperti kerapu macan, kerapu sunu, kakap merah. Lokasi penyebaran di Pulau Lepar, Pulau Pongok, Pulau Lutung, Pulau Bintanger, Pulau Glentik, Pulau Tinggi, Pulau Air, Pulau Burung dan Pulau Ibul

Budidaya rumput laut, tersebar di beberapa lokasi yang terletak di perairan Kec.Lepar Pongok dan Kec.Kepulauan Pongok seperti terlampir pada peta Budidaya Rumput Laut Bangka Selatan.

BUDIDAYA TAMBAK

Di kawasan pesisir Kabupaten Bangka Selatan memiliki peluang besar untuk pengembangan perikanan budidaya tambak untuk budidaya udang windu (Penaeus monodon). Salah satu lokasi tambak yang berpotensi dikembangkan  di Kabupaten Bangka Selatan adalah desa Batu Batumpang, Kecamatan Payung, Batu Batumpang, dan desa Rias, Kecamatan Toboali. Selain kondisi lingkungannya yang baik, di lokasi ini juga telah dibangun saluran irigasi.

BUDIDAYA KOLONG

Bangka khususnya Bangka Selatan memunyai potensi budidaya ikan darat dengan memanfaatkan bekas galian tambang timah. Diperkirakan, jumlah kolong yang senantiasa bertambah setiap tahunnya hanya sebagian kecil yang bisa dimanfaatkan.  Sehingga, tambang timah yang digenangi air, merupakan potensi untuk pengembangan perikanan darat.  Secara lengkap, kolong-kolong yang ada dapat dimanfaatkan sebagai:

  1. Sumber air baku PDAM
  2. Perikanan darat (ikan patin, lele untuk kolong dengan kedalaman 4 m; ikan nila untuk yang lebih dalam)
  3. Rekreasi (ikan hias-koi dan emas) dan tempat pemancingan

IKAN KARANG

Hasil penelitian Anonymous (2006) di Pulau Kelapan dan Pulau Pongok menyebutkan ada 3.486 individu (ekor) sebanyak 100 jenis yang mewakili 20 famili.  Dengan rincian ikan major sebanyak 9 famili, yang diwakili oleh 59 jenis yaitu Pomacentridae (28 jenis), Labridae (17 jenis), Apogonidae (6 jenis), Pomacanthidae (3 jenis), Centricidae (1 jenis), Pseudochromidae (1 jenis), Pempheridae (1 jenis), Dasyatidae (1 jenis) dan Haemulidae (1 jenis). Ikan target (ikan pangan) yang ditemukan sebanyak 10 famili yang diwakili sebanyak 36 jenis dengan rincian sbb.: Caesionidae (ekor kuning) sebanyak 1 jenis (Caesio teres),  ikan kerapu (Serranidae) sebanyak 6 jenis yaitu Cephalopholis argusCephalopholis boenack, Cephalopholis cyanostigma, Epinephelus merra, Plectropomus leopardus dan Plectropomus maculatus.

Hasil perhitungan kepadatan ikan karang di perairan Pulau Kelapan dan Pulau Pongok sebanyak 1,245 ekor/m2  atau 12.450 ekor/ha cukup tinggi. 

  1. Kakap merah (211 ekor/ha),
  2. Lencam (25 ekor/ha), Kerapu (125 ekor/ha),
  3. Ekor kuning (304 ekor/ha),
  4. Baronang (375 ekor/ha),
  5. Napoleon (129 ekor/ha),
  6. Bibir tebal (46 ekor/ha) dan
  7. Ikan indikator/ Chaetodontidae (382 ekor/ha).

 

Foto: